KHATAM BUKAN BERARTI MEMAHAMI ISINYA

Well,,Pada Postingan gw kali ini gw mau sedikit membahas tentang apa aktivitas umat islam di seluruh dunia pada saat ini dimana saat bulan ramadhan,kita pasti tau mengenal istilah membaca/tadarus Al-Qur’an..yupz,,membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban kita terutama di bulan ramadhan dan terutama juga dalam mengumpulkan pahala lebih kepada Nya..
ya,banyak umat muslim di dunia yg berlomba lomba untuk mengkhatamkan Al-Qur’an.terutama pada bulan puasa ini,mengapa? apa mungkin kita mengkhatamkan Al-Qur’an kita mengetahui apa maksud dari setiap ayat yg kita baca..?? ya,banyak mungkin (bukan berarti gak banyak yah) daripada kita yg mengkhatamkanya tetapi tidak mengetahui isi ayat kandunganya..sebenernya sih sah2 aja,tapi mungkin ada yg kurang aja kali yah kalo kita begitu,apalagi di bulan ramadhan ini,pahala seabrek abrek,,nah,mungkin lagi kalo kitan mengkhatamkanya dengan  mengetahui arti isi kandunganya,apalagi hafal semua isi dari kitab yg diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W ini,tujuanya apa yah..? ya jelas untuk diamalkan kedalam kehidupan kita sehari-hari,menuntun kita kedalam tempat dimana tempat itu indah dan terang,
Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini” (Q.S. Al- Jaatsiyah: 20)

Pengamalan isi kandungan al-Qur’an berarti berfikir, berprilaku, dan berakhlak dengan berlandaskan Al-Qur’an.
Seorang muslim harus selalu mengacu atau berpedoman kepada Al-Qur’an, dan gaya hidup yang bertentangan dengan Al-Qur’an harus ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh dai kehidupan seorang muslim. Raruslullah SAW pemilik budi pekerti yang paling luhur, menjadi tauladan bagi umat manusia, ternyat aakhlak beliau adalah Al-Qur’an, sebagaimana terungkap dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Sayyidah Aisyah r.a

Pengamalan AL-Qur’an adalah lebih merupakan komitmen moral sebagai seorang muslim, dan pengamalan Al- Qur’an dalam arti berfikir , bertindak serta berprilaku yang Qur’ani harus timbul berdasarkan kesadaran yang mendalam dari setiap individu muslim.
Pengamalan Al-Qur’an sebagai ketaatan terhadap hukum Allah, pada dasarnya lebih bersifat pribadi, ia timbul semata-mata berdasarkan dorongan iman dan taqwa kepada Allah SWT.
AL-Qur’an adalah “Jamuan Tuhan”. Rugilah yang tidak menghadiri jamuan-Nya. Dan lebih rugi lagi yang hadir, tetapi tidak menyantapnya. Karena itu, bacalah Al-Qur’an, seakan-akan ia diturunkan kepadamu.
Allahu A’lam bis-shawwab.
Sumber : http://www.scribd.com/doc/5443040/Al-Quran-Pedoman-Hidup-Muslim
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s